Perbedaan Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Tukang Konstruksi Dalam Negeri dan Dalam Negeri

jogjakonstruksi.com – Perbedaan tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri. Tukang konstruksi, atau tenaga kerja di bidang pembangunan, adalah profesi yang mendunia. Selain di Indonesia, pekerjaan ini juga ada di luar negeri. Profesi seperti mandor tukang, tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi sering terdengar dalam proyek konstruksi atau pembangunan. Namun, terdapat perbedaan signifikan antara tukang konstruksi dalam negeri dan luar negeri.

Tenaga kerja konstruksi atau lebih familiar dengan nama tukang merupakan pekerjaan tertua yang ada. Kegiatan membangun bangunan, dan membuat sesuatu patung merupakan sejarah dari tukang batu. Pekerjaan yang didominasi oleh kaum adam ini tersebar ke seluruh penjuru dunia, negara Indonesia merupakan salah satunya. Namun, meskipun sama dalam hal predikat pekerjaan sebagai tenaga konstruksi, tukang dalam negeri dan luar negeri memiliki banyak perbedaan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Perbedaan tukang dalam negeri dan luar negeri yang paling terlihat adalah dari unsur tabiat saat bekerja. Tukang luar negeri sangat mematuhi peraturan dan himbauan tenaga ahli. Sedangkan, mirisnya tukang dalam negeri kita seperti kurang memperhatikan peraturan dan himbauan tenaga ahli di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari lokasi pekerjaan yang tidak rapi dan seragam K3 yang disediakan enggan digunakan. Asuransi, tukang luar negeri menggunakan asuransi dengan cover penuh penggunaan K3, sedangkan tukang lokal masih abai dalam asurasi keselamatan ataupun kesehatan kerja.

Sumber: dok. pribadi

Lebih lagi, menurut Erik salah satu tenaga ahli Doma mengatakan bahwa perilaku tukang seperti ini karena sudah menjadi budaya dan kurangnya campur tangan ahli dalam kegiatan K3 sejak dahulu. “Karena memang sejak dahulu perhatian terhadap K3 kurang, dan terbawa sampai saat ini,” jelas Erik.

Perbedaan Tukang Konstruksi

Hirarki tukang di Indoneisa sebenarnya juga cukup menarik, dari atas adalah mandor lalu kepala tukang dilanjutkan oleh tukang dan pembantu tukang. Mandor adalah pemimpin tukang dalam suatu proyek, di bawahnya menyusul kepala tukang yang bertanggung jawab akan pekerjaan satu bahan atau bagian tertentu. Tukang adalah pekerja yang mengerjakan satu bahan atau bagian tertentu, yang material pakainya dilayani oleh pembantu tukang. Hirariki seperti ini cukup baik, namun jika kita berkaca dari tukang luar negeri mereka memakai tukang dengan kompetensinya masing-masing dalam melakukan suatu pekerjaan.

Selain itu, jika kita membahas mengenai kompetensi perbedaan lain yang cukup signifikan adalah taraf pendidikan. Menyedihkan, namun pekerjaan tukang dalam negeri masih dipandang rendah dan memiliki stigma negatif di masyarakat. Mendasar pada hal itu, tukang di Indonesia rata-ratanya adalah pekerja dengan pendidikan di bawah sekolah dasar. Berbeda dengan tukang luar negeri yang sudah memiliki kompetensi khusus dan vokasi yang jelas.

Peran pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Erik menjelaskan bahwa jika tukang sudah mendapat kompetensi yang layak, hasil infrastruktur akan menjadi lebih baik di masa depan. “Kita perbaiki dari tenaga (tukang), kalau tenaga ahli sudah sangat banyak yang bagus,” jelas Erik. Pendidikan K3 adalah peranan vital dalam menjaga lingkungan kerja terutama tukang bangunan yang memiliki pekerjaan dengan risiko paling tinggi di Indonesia.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855