Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru Jogja

Masjid Syuhada Kotabaru, Masuknya Islam di Kotabaru

jogjakonstruksi.com – Masjid Syuhada Kotabaru, masuknya Islam di Kotabaru Jogja. Masjid Syuhada adalah masjid yang berada di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Saat in Masjid Syuhada menjadi bangunan warisan budaya dan cagar budaya. Bangunan Masjid ini menjadi simbol masuknya agama Islam dan sejarah di Kotabaru setelah kemerdekaan Indonesia.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Masjid Syuhada dibangun pada 1 Muharam 132H atau pada tanggal 20 September 1952. Dibangun dengan lokasi yang sangat strategis di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 13 Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. 

Masjid Syuhada saat ini dijadikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2013 tentang pelestarian Cagar Budaya dan warisan budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs yang perlu dilestarikan keberadaaanya.

Sejarah Masjid Syuhada merupakan tolak ukur masuknya Islam di Kotabaru, setelah elit Belanda pergi dan pendudukan Jepang berhasil diusir rakyat mulai menduduki penuh Kotabaru. Pertempuran Kotabaru yang membuat gugurnya 32 pahlawan pada saat itu, menjadi simbol terbentuknya nama Syuhada. Masjid Syuhada adalah nama yang didasari dari Syahid di mana untuk mengenang jasa pahlawan yang sudah berhasil merebut kembali Kotabaru. Herat sebagai jurnalis senior Jogja berkomentar bahwa Masjid Syuhada memang jadi simbol masuknya Islam di wilayah Kotabaru, “Syuhada adalah pintu masuk islam dan nasionalisme di Kotabaru,” jelasnya.

Presiden Soekarno adalah penggagas sekaligus pemrakarsa yang mendukung pembangunan masjid Syuhada bersama Pakualam VII pada tahun 1952 silam. Masjid ini dibangun dengan tujuan untuk memasukan agama Islam di Kotabaru yang saat itu hanya ada gereja kristen dan katolik. Hingga akhirnya

Masjid Syuhada merupakan bangunan masjid bergaya modern pertama yang dibangun di Yogyakarta. Bangunan masjid ini dibangun dengan arsitek Belanda yang bernama Ir. R Feenstra yang berasal dari N.V Associatie di Djakarta. Herat sebagai jurnalis senior di Jogja mengatakan bahwa kepala pembangunan Masjid Syuhada adalah orang Jogja, “Kepala pekerja Masjid Syuhada pada rilis resmi di data resmi adalah Supono,” tambahnya saat kami lakukan interview di kediamannya di Ngabean.

Penulis: Ibnu Candra Hakim

Editor: Sanditha Setya Wisaksanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855