Arsitektur Jawa Masjid Gedhe Kauman Jogja
jogjakonstruksi.com – Konstruksi Arsitektur Jawa Masjid Gedhe kauman Jogja. Masjid Gedhe Kauman berada di Kauman Yogyakarta. Lokasinya bersebelahan langsung dengan Alun-alun Utara Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini memiliki gaya arsitektur dengan kombinasi jawa-islam. Kombinasi desain ini dipengaruhi oleh Kerajaan Mataram yang saat itu berada di daerah Yogyakarta. Masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif dalam menjaga simbol keharmonisasian agama dan budaya ini.
Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House
Masjid Gedhe Kauman berada pada Jl. Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini terletak dijantung kota Jogja yang berdekatan dengan Malioboro dan alun-alun utara. Membuatnya menjadi destinasi wisata nagi para pelancong yang sedang berwisata di Jogja. Jika kalian berada di alun-alun utara, maka kalian bisa melihat ini jika kalian menghadap ke Barat.

Masjid Gedhe Kauman dibangun atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Penghulu Kraton Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat pada 29 Mei 1774 M atau dalam catatan Kraton pada 6 Robiul Awal 1187 H. Kyai Wiryo Kusumo yang ditunjuk sebagai arsitek dari Masjid Gedhe ini. “Pada masa itu masjid ini adalah yang paling “gede” di Jogja, maka dari itu masjid ini dinamai Masjid Gedhe dan Kauman adalah lokasi masjid ini.” jelas Erik.
Kyai Wiryo Kusumo, adalah seorang arsitek yang berasal dari Jawa dan menempuh pendidikan di Belanda. Arsitek ini mencampurkan antara arsitektur Islam dan arsitektur Jawa yang lekat pada masa itu. Ibnu yang pernah melakukan interview dengan pihak keraton menjelaskan “Vastuvidya yang artinya ilmu bangunan yang dimaknai tata bumi, tata gedung, dan tata perancangan. Ilmu merancang bangunan ini diterapkan di Masjid Gedhe.” jelas Ibnu.
Arsitektur Masjid Gedhe Jawa Islam
Invented budaya jawa dan Islam yang ada di Masjid Gedhe terlihat dari desain arsitekturnya. Ibnu menjelaskan “Dimana denahnya berbentuk persegi empat pejal, atap yang bertumpang, mempunyai serambi depan dan samping, dikelilingi oleh kolam, dan memiliki tembok tinggi di sekelilingnya.”
Gaya atsitektural Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, sebagaimana masjid di daerah jawa lainnya, membawa pengaruh ataupun terpengaruh ileh Kerajaan Mataram. Kerajaan Mataram diketahui kerajaan yang berlandaskan Islam dan diwariskan kepada kesultanan Yogyakarta dan Surakarta.
Masjid Gedhe Kauman telah menjadi cagar budaya saat ini. Pada tahun 2020 lalu masjid ini telah resmi menjadi cagar budaya peringat provinsi oleh keputusan Gubernur DIY. Peran Masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga situs cagar budaya ini karena karakteristik dan sejarahnya yang kental dengan perpaduan budaya dan agama islam di Yogyakarta.
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Sanditha Setya Wisaksanti



