Konstruksi Pabrik Madukismo Jogja Dulu Kini dan Nanti
jogjakonstruksi.com – Konstruksi pabrik Madukismo Jogja dulu, kini, dan nanti. Pabrik Madukismo adalah pabrik gula yang menyuplai persediaan gula, alkohol dan spritus nasional. Sejarah Pabrik Madukismo menyimpan keunikan, mulai dari arsitektur hingga pembangunannya. Saat ini, Pabrik Madukismo adalah pabrik gula aktif satu-satunya di Yogyakarta sekaligus menjadi tempat agrowisata.
Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House
Pabrik Madukismo adalah pabrik yang memproduksi gula dan alkohol (spritus). Madukismo dulu didapuk menjadi pabrik penghasil gula guna mensukseskan program pengadaan pangan nasional. Pabrik Madukismo berlokasi di Jalan Madukismo, Regocolo, Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam operasi pabrik yaitu Senin sampai dengan Kamis pukul 06:30 sampai 15:00 WIB serta Jumat dan Sabtu pukul 06:30 samapi pukul 11:30 WIB. Pabrik ini, awalnya dibangun pada 1913 dan direnovasi kembali pada 1955. Renovasi pada tahun 1955 yang diinisiasi oleh Sultan Hemengku Buwono IX, dilakukan sebagai upaya mempekerjakan 7000 pegawai pabrik gula pada zaman Belanda.

Rell trolley yang masih beroperasi hingga kini mencerminkan ciri modernisasi di zaman Belanda. Akses pengangkutan tebu dan bahan gula jauh lebih mudah, hingga penerapannya juga menumbuhkan keunikan sendiri. “Rel yang menghubungkan bangunan pabrik menjadi nilai plus untuk pengunjung karena bisa keliling area pabrik, juga jadi tahu penyimpanan tebu.” jelas Ibnu. Begitupun dengan aristektural Madukismo yang masih berdiri kokoh menjadi simbol adaptasi arsitektural Belanda-Indonesia.
Kini, Pabrik Madukismo tidak hanya sebagai tempat produksi gula, melainkan juga destinasi agrowisata yang bisa dikunjungi siapa saja. Retribusi biaya masuk sebesar Rp7.000 tergolong murah untuk menikmati keunikan salah satu pabrik tertua di Jogja ini. Bagi sebagian orang yang tinggal di kawasan sekitar pabrik, suara bel yang terdengar pada jam 6 pagi dan jam 9 malam menjadi momen istimewa. “Selalu terdengar suara bel Madukismo saat kecil dulu, sederhana tapi senangnya terasa.” jelas Ibnu.
Madukismo membutuhkan peran pemerintah dalam menjaga bangunan, sejarah, hingga budaya pada pabrik tertua di Jogja ini. Setidaknya sekali seumur hidup berkunjung ke Pabrik Madukismo dan rasakan pengalaman baru yang menyenangkan.
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Sanditha Setya Wisaksanti




