jogjakonstruksi.com – Jembatan Kewek Jogja lakukan pembatasan kendaraan struktur melemah. Baru, Jembatan Kewek mulai terapkan pembatasan kendaraan setelah hasil kajian teknis menunjukkan bahwa jembatan yang dibangun lebih dari 100 tahun lalu itu, kini hanya memiliki kekuatan sekitar 10–20 persen dari kapasitas awalnya.
Kebijakan pembatasan ini diambil pemerintah daerah sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut. Selain itu, menjaga keselamatan para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. Lagi, proses pemantauan dan evaluasi kondisi jembatan juga akan dilakukan secara berkala oleh tim teknis untuk memastikan apakah diperlukan perbaikan darurat atau penutupan total di kemudian hari.
Temuan Struktur Lemah Jembatan Kewek Jogja juga Penambahan Berat Kendaraan Modern
Pemerintah Kota Jogja resmi mulai terapkan pembatasan kendaraan di Jembatan Kewek setelah serangkaian pemeriksaan struktur. Pemkot menemukan bahwa kekuatan jembatan bersejarah yang sudah berdiri lebih dari satu abad itu menurun secara signifikan. Jembatan kewek kini diperkirakan hanya mencapai 10–20 persen dari kapasitas awal yang dirancang pada masa pembangunannya. Penurunan kapasitas ini dipengaruhi oleh faktor usia dan beban kendaraan yang semakin berat dari waktu ke waktu. Selain itu, juga minimnya rehabilitasi besar selama beberapa dekade terakhir sehingga kondisi jembatan dianggap tak lagi ideal untuk dilalui kendaraan berkapasitas muatan tinggi.
Kebijakan pembatasan yang diberlakukan merupakan bentuk langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kegagalan struktur. Lagi, sekaligus memastikan keselamatan ribuan pengguna jalan yang setiap harinya melintas di atas jembatan yang menghubungkan kawasan strategis di Jogja. Pemerintah berharap tekanan terhadap struktur jembatan dapat ditekan sehingga tidak terjadi kerusakan mendadak yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Pembatasan dan Pengecekan Struktur Berkala dari Penutupan Hingga Dapat Direnovasi
Selain terapkan pembatasan, pemerintah juga menugaskan tim teknis untuk melakukan pemantauan intensif dan evaluasi berkala. Pemantauan terhadap kondisi jembatan guna menentukan langkah lanjutan yang diperlukan. Termasuk kemungkinan untuk melakukan perbaikan darurat hingga opsi penutupan total apabila ditemukan tanda kerusakan kritis. Proses pengawasan ini akan menggunakan metode inspeksi visual, pengukuran beban, serta pemindaian struktur untuk memastikan setiap perkembangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat sesuai standar keselamatan infrastruktur.
Survey, Konsultasi, Bahkan Desain Gratis. Hubungi Whatsapp Kami
Penulis : Ibnu Candra Hakim
Editor : Haqqina Jasmine Rahmatika









