Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan

jogjakosntruksi.com – Konstruksi tinggi anak tangga pengaruhi kenyamanan rumah di Jogja. Bangunan bertingkat memiliki konstruksi tangga untuk mencapai lantai atas. Konstruksi tangga saat ini beragam, mulai dari beton, besi, kayu, hingga kaca. Kenyamanan anak tangga merupakan tugas penting arsitek, ketinggian dan jumlah anak tangga ergonomis menjadi penting dalam desain. Jogja sendiri sebagai kota budaya memiliki beberapa desain khas jawa untuk diadaptasi sebagai desain tangga ergonomis dan kaya nilai budaya.

Kenyamanan rumah tidak hanya ditentukan oleh tata letak dan desain interior, tetapi juga oleh detail teknis seperti tinggi anak tangga. Di Jogja, banyak rumah menggunakan tangga untuk menghubungkan lantai satu dengan lantai dua atau lebih. Jika tinggi anak tangga tidak sesuai dengan standar ergonomis, penghuni bisa merasa cepat lelah saat naik turun tangga, bahkan berisiko mengalami cedera.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Tinggi ideal anak tangga orang jogja atau asia umumnya berkisar antara 15–18 cm. Jika lebih tinggi dari itu, penghuni akan merasa lebih sulit melangkah, terutama anak-anak dan lansia. Sebaliknya, jika terlalu rendah, tangga akan terasa kurang efisien karena jumlah anak tangga bertambah, sehingga lebih melelahkan. Oleh karena itu, konstruksi tangga harus memperhatikan keseimbangan antara tinggi dan kedalaman anak tangga agar nyaman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.

Konstruksi Tinggi Anak Tangga Pengaruhi Kenyamanan Rumah di Jogja

Di Jogja, banyak rumah mengadopsi desain tradisional maupun modern yang memiliki perbedaan dalam konstruksi tangga. Rumah-rumah tradisional Jawa, misalnya, cenderung memiliki tangga dengan anak tangga yang lebih landai untuk memberikan kenyamanan lebih. Sementara itu, rumah-rumah modern sering kali memiliki desain tangga yang lebih curam karena keterbatasan ruang. Pemilik rumah perlu mempertimbangkan faktor ini agar tetap mendapatkan desain yang fungsional tanpa mengorbankan kenyamanan.

Selain tinggi anak tangga, material yang digunakan juga berperan penting dalam kenyamanan dan keamanan penghuni. Material seperti kayu memberikan kesan hangat dan tidak licin, sementara keramik atau marmer lebih elegan tetapi bisa menjadi licin jika terkena air. Oleh karena itu, pemilihan material harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan penghuni rumah. Disarankan menggunakan material kesat seperti kayu atau keramik unpolished. Titis menjelaskan “Karena fungsinya sebagai sirkulasi vertikal lebih baik pakai yang tidak licin,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tinggi anak tangga yang ideal dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam rumah. Pemilik rumah di Jogja disarankan untuk mempertimbangkan aspek ergonomis ini saat merancang atau merenovasi tangga agar penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman. Dengan perencanaan yang baik, tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga menjadi elemen desain yang mendukung kenyamanan rumah secara keseluruhan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Mitigasi Gempa Jogja

jogjakonstruksi.com – Mitigasi gempa Jogja dalam dunia konstruksi. Gempa adalah bencana alam yang hingga saat ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Indonesia adalah negara kepulauan yang berada di ring of fire, yang akrab dengan gempa vulkanik dan tektonik. Mitigasi gempa terkait dengan konstruksi  sangat dibutuhkan, apalagi di Jogja yang sudah beberapa kali mengalami gempa tektonik sampai vulkanik.

Mitigasi adalah langkah yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Gempa bumi adalah salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Yogyakarta adalah daerah yang kerap terjadi gempa bumi. Misalnya gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 2006 yang pada saat itu menjadi headline nasional dalam beberapa pekan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Gempa bumi dibagi menjadi beberapa jenis. Paling umum adalah gempa tektonik dan vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena patahan atau pergeseran lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang dihasilkan dari aktifitas ataupun letusan gunung berapi. Keduanya merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi. Gempa vulkanik memungkinkan untuk bisa dideteksi, namun pada kenyataannya gempa vulkanik juga sulit dideteksi, tetapi dapat diperkirakan seiring dengan aktifitas gunung berapi tersebut. 

Mitigasi gempa terhadap konstruksi adalah bagaimana mengantisipasi, menanggulangi, dan mengurangi dampak dari efek gempa yang menimpa konstruksi. Tim Doma, yaitu Erik, menjelaskan bahwam memang rumah dapat menanggung beban gempa sesuai dengan hitungan struktur yang sudah ada, “Rumah yang ambruk akibat gempa tidak langsung ambruk, ada beberapa saat untuk terjadi kegagalan struktur,” jelas Erik.

Mitigasi Gempa Jogja Dalam Dunia Konstruksi

Selain pentingnya mitigasi, penting juga untuk menghitung struktur bangunan yang akan dibangun karena dengan adanya hitungan struktur rumah akan menjadi lebih aman. Hitungan struktur saat ini sangat digunakan guna kepentingan PGB. Tim Doma, Rycko menjelaskan untuk kebutuhan data PBG selain detail gambar juga dibutuhkan hitungan struktur dari SAP dengan perhitungan lengkap, “Hitungan SAP harus ada untuk kebutuhan PBG di Jogja,” paparnya.

Mitigasi dan kesadaran publik akan adanya bencana alam dan keselamatan pada saat terjadinya bencana merupakan hal yang mutlak. Masyarakat, pemerintah, dan swasta harus saling mendukung satu sama lain. Kerjasama yang apik, dapat menigkatkan awas masyarakat dan tingkat edukasi terhadap pentingnya keselamatan nyawa saat terjadinya bencana alam. Lebih, akan mengurangi signifikan korban jiwa akibat bencana alam dan kegagalan konstruksi bangunan.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Konstruksi Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak Jogja

Lift Cor Percepat Pekerjaan Dak

jogjakonstruksi.com – Konstruksi lift cor percepat pekerjaan dak Jogja. Pekerjaan dak adalah pekerjaan yang memutuhkan tenaga dan material yang besar. Pekerjaannya yang harus monolit mengharuskan pekerjaan plat lantai atau dak selesai dalam satu kali pekerjaan. Masyarakat Indonesia kadang masih memakai cor manual untuk dak atau plat lantai. Melakukan pekerjaan plat lantai secara terpisah dapat membuat tidak monolitnya dak dan dapat memicu kegagalan konstruksi di masa depan.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Urbanisasi atau perpindahan penduduk untuk meninggali daerah urban maupun sub-urban di Yogyakarta sangat pesat. Yogyakarta adalah kota dengan pertumbuhan penduduk yang cepat tidak hanya dari pendatang atau pelajar namun juga dari masyarakatnya sendiri. Hal tersebut selaras dan diiringi dengan pertumbuhan hunian yang semakin pesat. Tidak hanya hunian rumah, namun juga pembangunan kos-kosan ataupun kamar sewa semakin tinggi, apalagi di daerah seputar kampus atau sekolah.

sumber: jogjakonstruksi.com

Pembangunan yang pesat ini mendorong percepatan pembangunan pada kategori di atas. Salah satu hal yang mungkin bisa dipercepat adalah metode pengecoran. Readymix adalah salah satu motode pengecoran yang sangat cepat. Namun, penggunaan readymix dirasa masih mahal dan aksesnya yang kemungkinan sulit jika dilakukan di tempat yang tidak bisa diakses oleh moda readymix. Salah satu solusi pengecoran lainnya adalah lift cor.

Sebenarnya apa itu lift cor? lift cor adalah metode yang digunakan untuk melakukan pengecoran dengan menggunakan alat berupa crane, bak, dan rail untuk menaikan beton pada lantai yang diinginkan. Pengunaan lift cor dirasa lebih cepat saat mendistribusikan beton dan menjaga kelecakannya. Titis selaku pelaksana Doma mengatakan bahwa penggunaan lift cor bisa menghemat waktu 30% pada saat melakukan pengecoran, “Lebih cepat dan menghemat biaya,” jelas Titis.

Meskipun banyak keuntungan yang ditawarkan, namun lift cor memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah, lift cor harus menggunakan operator profesional dan perangkaian alat yang cukup memakan waktu. Namun, waktu tersebut sangat tidak sebanding jika dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun tangga dan penyangga bambu untuk cor manual.

Penulis : Ibnu Candra Hakim

Editor : Sanditha Setya Wisaksanti

Pasar Ngasem Jogja Arsitektur Konstruksi dan Sejarahnya

Pasar Ngasem Jogja Ramai Dikunjungi

jogjakonstruksi.com – Pasar Ngasem jogja arsitektur, konstruksi, dan sejarahnya. Pasar Ngasem awalnya adalah pasar yang menjual satwa khususnya burung. Saat ini gunanya dialihkan sebagai pasar dengan banyaknya penjual jajanan pagi dan tujuan sarapan bagi pengunjung Jogja. Pasar yang berada di Jeron Beteng ini telah mengalami banyak ubahan konstruksi.

Terletak di jalan Polowijan No. 11 Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini sudah dibangun bersamaan dengan Tamansari pada saat penjajahan Belanda. Berdiri sejak tahun 1960, dua abad lebih, pasa ini mampu memutarkan ekonomi sekitar Jeron Beteng.

Hubungi Jogja Konstruksi / Doma Living House

Pasar Ngasem berdiri di atas tanggul air Istana Tamansari. Pada tahun 2007 terdapat ratusan pedagang yang riuh menjual burung peliharaan. Merpati, tekukur, dan burung kicau lainnya. Pasar Ngasem mahsyur akan pasar yang menyediakan berbagai satwa kicau di Jogja pada tahun 2000-an awal.

sumber: dok. istimewa

Memaknai arsitektur dan konstruksinya dapat disimpulkan bahwa pasar ini dibangun untuk mendukung objek wisata Tamansari. Di antaranya adalah memberikan akses mudah bagi pengunjung ke Tamansari, terletak dengan jalur transportasi kota, jalur wisata Keraton, sehingga dapat memanfaatkan jalur sirkulasi yang ada untuk pengendalian sistem sirkulasi.

Arsitektur Konstruksi Pasar Ngasem

Pasar Ngasem tidak menimbulkan dampak negatif terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya termasuk tujuan utama objek wisata. Tim Doma yaitu, Ibnu menjelaskan bahwa keberadaan pasar ini sebagai penunjang objek wisata di sekitarnya, “Pasar Ngasem menjadi penunjang Tamansari dan Keraton,” jelasnya. Ibnu menambahkan, dengan sejarah seperti itu memberikan ciri yang dikaitkan dengan adanya suatu kegiatan perdagangan burung yang jadi tonggak sejarah adanya kegiatan jual beli khusus burung juga menjadi cermin karakter dari kegiatan pada masa itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar Ngasem yang lekat dengan kriteria pemanfaatan potensi lingkungan Tamansari di wilayah kecamatan Keraton Yogyakarta dapat berfugsi sebagai pendukung obyek wisata. Sehingga menurut Ibnu harus dikonservasi seperti saat ini, dengan memperluas area dan merubah fungsinya karena pasar hewan saat ini sudah direlokasi ke Pasti di Jalan Bantul. “Sekarang sudah menjadi tujuan wisata sarapan, pasar burung sudah pindah ke Pasti,” jelas Ibnu.

Copyright © 2026 Jogja Konstruksi-Rumah Sempit Terasa Nyaman Gratis Konsultasi dan Survey +62 813-8453-4855